Jumat, 22 Maret 2013

Forever Love



Cinta itu bagaikan angin....
Saat dibutuhkan dia tidak ada di samping kita...
Namun di saat tidak dibutuhkan dia berada di samping kita...

Mencintaimu adalah hal yang terindah...
Nuansa yang tidak pernah terjadi pada kita...
Hanya terjadi satu kali dalam hidup kita...

Tuhan menciptakanmu...
Karena Tuhan tahu kaulah sebagian tulang rusukku yang hilang...
Sebagian nafasku yang menderu di saat kau di sampingku...

Karena kaulah alasan aku bertahan...
Dan mampu untuk seperti ini...
Karena kau, aku belajar mencintaimu...

Dia yang Mencintaiku



”Cinta yang indah tidak mampu aku melupakannya”

Aku tidak tahu tepatnya kapan dia menyukaiku. Dia yang diam-diam menatapku. Dia yang tersenyum saat aku tersenyum. Dia yang diam-diam memperhatikanku. Sunggu semua perhatiannya selalu ke diriku. Aku tidak tahu dia menyukaiku yang manja, egois dan suka mencemooh dirinya.
Aku tidak sadar segala perhatiannya selalu terpusat padaku. Saat pagi menjelang hanya dirinya yang selalu menyambutku dengan senyumannya.Segala tingkahnya membuatku tertawa jika ia sedang bercanda padaku.
Marahnya, ketika aku sedang dekat dengan orang lain. Tatapan yang tajam saat aku tak memperhatikannya. Sikap dingin yang selalu keluar dari setiap ucapannya, saat aku berbicara dengan orang lain di hadapannya tanpa memperhatikannya.
Dia cemburu. Yah, dia selalu cemburu ketika aku melakukan hal semua itu. Padahal aku hanya menganggap dia sebagai sahabatku. Aku yang tak pernah memikirkan perasaannya. Merasa egois dengan apa yang aku rasa.
Aku selalu menghindari rasa sukaku padanya tapi aku tak mampu. Banyak kenangan-kenangan aku dengan dia yang terukir indah. Hingga aku tak mampu menghitung waktuku saat aku bersamanya.
Melihat senyumannya aku rasa itu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Namun aku tak mampu mengatakan perasaanku padanya sampai pada akhirnya ia jenuh dan pergi meninggalkanku. Aku tidak tahu perasaan yang sebenarnya terhadapku. Aku meruntukki segala yang terjadi padaku.
Waktu dia ada di sampingku aku tidak tahu apa itu arti cinta namun ketika dia pergi aku baru menyadari bahwa dia sangat berharga untukku. Dia yang selalu memahamiku, memperhatikanku dan melindungiku. Kini semua itu hanya kenangan.
Ah, perasaan ini kenapa tidak mampu aku hentikan. Detak jantungku ketika dia tidak peduli padaku. Aku marah padanya. Karena perhatiannya telah pergi untukku. Lalu apa yang harus aku lakukan?
Semakin hari perasaan itu menyiksaku. Aku menyadari bahwa aku mencintai sahabatku, namun aku membantah perasaan ini. Aku yakin dia tidak mungkin menyukaiku.
Hari terus berganti dia pun semakin menjauh dariku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan pada dirinya yang tidak bisa aku gapai lagi. Aku semakin bingung dengan sikapnya yang tidak memperdulikanku.
Aku pikir dia akan melupakanku maka aku akan melupakannya. Yah, belajar untuk melupakannya. Belajar ketika ia tidak ada di sisiku sebagai sahabatku. Dia lebih memilih mencari sahabat yang lain. Aku menyadari dia melakukan hal itu untuk membuatku cemburu. ‘Kau tahu saat itu kau berhasil membuatku cemburu dengan dekat dengannya. Kau tahu aku menutupi rasa cemburuku dengan cara tidak melihatmu. Sakit. Tapi ini aku lakukan untuk kebaikkan kita’.
Aku baru menyadari seperti ini rasa sakit ketika kamu mencari perhatian dengan orang yang kamu suka. Sudah dua bulan sejak dia tidak memperdulikanku. Aku hanya bisa diam tanpa bisa mengatakan apapun. Sungguh. Aku mencintainya. Kenapa perasaan ini baru hadir?
Kamu yang terluka oleh sikapku. Pergi tanpa mengatakan apapun. Kamu melakukan hal itu padaku. Aku selalu bertanya aku harus melakukan apa? Hatiku selalu menjawab kamu harus mencintainya. Aku menangis dalam diamku. Tanpa mampu untuk bisa mengatakan padanya,’Jangan pergi aku membutuhkamu’ tapi lidahku kelu, aku tak mampu.
Sampai aku menyadari dia bahagia dengan kehidupannya sekarang. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Kehidupan sahabatku sekaligus sahabatku. Aku pergi dengan cara berbohong. Membohongi semua orang terdekatku. Karena aku tak mampu untuk jujur padanya. Bahwa aku mencintainya.
Bulan berganti bulan. Hari berganti hari. Aku tak kunjung mendapatkan kabarnya. Sampai pada akhirnya pesta perpisahan SMA-ku akan terlaksana. Aku mencoba untuk diam tanpa senyuman. Dia bersama dengan orang lain. Aku mendengar dari teman-temanku dia sudah memiliki pacar. Aku membulatkan rencanaku bahwa aku harus pergi meminggalkannya. Karena aku tak mampu meyakinkan hatiku aku menyukainya.
Aku mengucapkan selamat padanya dan kekasih barunya. Aku tidak tahu sikapnya tiba-tiba saja berubah aneh padaku. Tatapan dingin. Ah, mungkin dia tidak suka aku berada di dekatnya. Karena tidak enak dengan kekasihnya. Dia tidak tahu betapa sakitnya saat aku berusaha mengucapkan kata-kata itu. Seulas senyum yang aku berikan padanya. Senyuman terakhirku untuknya.
Aku bahagia melepas dirinya yang bahagia dengan orang lain. Meskipun aku tidak tahu apa perasaannya terhadapku. Ketulusan cintanya yang tak mampu aku lupakan. Aku mencintainya tapi aku tahu dia bahagia dengan wanita yang dia pilih sekarang.
Aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah yang jauh. Tanpa ia ketahui aku berada dimana. Sebulan setelah perpisahan itu aku tak kunjung bertemu dengannya. Hari-hariku kelihatan lebih suram dari apa yang dia tahu. Aku tak lagi tersenyum dan bercanda dengan siapapun. Karena aku masih memiliki perasaan ini dengannya.
Temanku yang akan melanjutkan sekolah perguruan tinggi yang sama denganku, akhirnya dia yang menghubungi. Aku tidak tahu aku harus senang apa tidak dengan keadaan ini.
Salah satu nomer asing yang tidak aku kenal masuk ke dalam kontak masuk sms-ku. Aku tidak tahu itu nomer siapa. Aku membalas isi sms-nya. Orang asing yang menanyakan kabarku. Sampai pada akhirnya aku tahu siapa dia. Orang yang selama ini ingin aku lupakan. Yang pergi begitu saja dan datang secara tiba-tiba.
Aku mengatur detak jantungku yang aku bilang tidak normal. Sungguh, rasa ini campur aduk. Aku tidak tahu aku harus bagaimana? Di saat aku mampu melupakannya dia datang dan menyapaku. Aku tidak tahu perasaan ini masih ada untuk dia.
Setelah menanyakan kabarku, dia menanyakan tentang sekolahku. Dulu kami sempat berjanji akan melanjutkan di perguruan tinggi yang berbeda namun di daerah yang sama. Tapi semua itu cuma mimpi yang nggak akan terjadi aku memilih untuk berada di jalan yang akan aku buat sendiri tanpa dia.
Dia mengatakan bahwa aku berbohong padanya. Dia juga jujur menungguku di kota yang kami janjikan. Tapi sayang aku tidak bisa bersamanya bahkan aku sudah berhenti untuk tidak tergantung padanya.
Maaf jika aku mengatakan hal yang bohong padamu. Memberikan harapan kosong padamu. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku tidak tahu apa aku harus pergi dari kehidupanmu?
Sebulan kami memberikan kabar. Dia selalu menceritakan tentang kehidupannya di kota barunya. Begitupun dengan aku yang selalu menceritakan semuanya. Aku tidak tahu perasaan ini berjalan dengan seiring berjalan tanpa waktu. Aku ingin berhenti. Aku tidak mau dia salah paham. Yah, cinta itu tumbuh dengan jalannya waktu ketika dia datang dan menyapaku.
Perhatiannya, tawanya, candanya, segalanya kembali padaku. Dia kembali padaku. Aku tidak tahu apa yang membuatnya kembali padaku. Aku senang. Sungguh. Aku bahagia dia telah berada di sisiku saat ini.
Dia memutuskan untuk menyatakan cintanya padaku. Waktu itu aku sedikit tidak percaya apa yang dia jelaskan. Aku hanya mengganggap ini sebuah lelucon. Tapi aku sadar dan aku tidak bisa membantahnya lagi. Aku juga mencintainya.
Aku memutuskan untuk berpacaran dengannya. Meski kami berada di tempat berbeda dan jarak yang memisahkan dia. Aku bahagia dia adalah teman sekaligus cinta pertamaku.
Awalnya cukup sulit menjalankan hubungan ini sama dia. Tapi aku bahagia saat aku membutuhkannya dia selalu berada di sampingku. Mendengarkan segala keluh kesahku.
Mungkin 8 bulan adalah titik jenuh hubungan kami. Aku tidak tahu dia tidak ada kabarnya sama sekali. Jauh dari dasar hatiku aku membutuhkannya. Di saat aku memiliki masalah dengan keluargaku. Aku ingin berbagi padanya tapi aku tidak bisa. Karena sebulan yang lalu dia bercerita padaku untuk pindah sekolah. Aku tidak mau membebanin perasaannya.
Satu tahun hubungan kami terajut dan selama 4 bulan aku tidak mengetahui kabarnya. Aku mulai gelisah. Ada perasaan yang menyusup,’Apa hubungan ini benar?’ Aku selalu bertanya pada diriku. Aku tidak tahu apa yang terjadi apa ini adalah kesalahanku. Aku mencoba untuk sabar. Jika saja waktu itu aku yang memilih mengalah untuk membicarakannya padamu. Semuanya tidak akan seperti ini. Menggantungkan hubungan kita bukan. Aku tidak tahu perasaanmu saat ini. Aku benar-benar membutuhkanmu. Di saat saudara kandungku lebih tepatnya Kakak laki-lakiku mendapatkan masalah. Di saat Mama menangis di depanku. Di saat Papa sakit dan di rawat di rumah sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Tepatnya hubungan kita berjalan satu tahun. Temanku mengatakan hubunganku padamu. Kamu tahu saat aku tahu jawaban darimu. Aku hanya diam dan menangis. Aku tahu aku salah, aku melupakanmu. Tapi semua itu ada alasannya. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mencintaimu, menghubungimu, dan menyayangimu.
Aku harus melakukannya karena aku tahu, aku tida bisa mempertahankanmu di sisiku. Aku bahagia pernah mengenalmu. Aku bahagia bisa memilikimu. Aku bahagia bisa mencintaimu. Alasannya aku memutuskanmu karena aku tidak bisa mempertahankanmu di saat semua orang yang aku sayangi tersakiti. Aku harus berada di tengah-tengah keluargaku memberikannya kekuatan. Hanya aku yang mampu membuat mereka seperti sekarang ini.
Waktu terus berlalu ketika aku menyelesaikan tulisannya ini. Aku ingin kamu membacanya. Aku mau seluruh dunia tahu sampai hari ini dan detik ini aku masih mencintaimu. Aku selalu percaya kata orang,’Kalo jodoh nggak akan lari kemana?’. Aku nggak tahu aku adalah jodohku atau bukan. Malaikat pelindungku suatu hari apa bukan. Tapi aku akan selalu mencintaimu yang rela melepaskanku. Walau pada akhirnya kita sama-sama saling membutuhkan.
Aku terima kasih kepadamu yang telah memberiku cinta, kasih sayang, perhatian dan peduli padaku. Sudah hampir satu setengah tahun aku berjalan sendirian di jalanku. Aku tidak tahu kamu akan menungguku di ujung jalan ini atau tidak.
Bahkan sampai saat ini aku masih mengharapkanmu walau kemungkinan itu kecil. Kita telah memilih jalan kita masing-masing. Tapi aku masih mencintaimu. Kamu selamanya adalah mantan terindah sekaligus sahabat terindah buatku. Karena kamu cinta yang tak dapat aku lupakan.




Selasa, 26 Februari 2013

IN MY DREAM



“Kau percaya jika namja populer, pintar, kaya dan ketua tim basket di sekolahku diam-diam menyukaiku seorang yeoja yang aneh. Aku pikir ini adalah sebuah mimpi tapi ini adalah kenyataan bahwa dia adalah orang yang menyukaiku”
Kriiiiiiinggggg
Jam waker milik yeoja umur 18 tahun berbunyi. Yeoja [1] yang berambut ikal yang masih tertidur. Tidak heran jika Lee Eun Ji nama yeoja yang sedang tidur itu akan terlambat ke sekolahnya. Tidak tahukan jika yeoja ini suka terlambat ke sekolah karena sifatnya yang malas, ceroboh dan aneh.
“Eunggg...” tubuhnya menggeliat tak tentu arah mendengar jam waker hello kitty-nya berbunyi.
“ANDWEEEEE[2]!!” Pekiknya seraya terkejut melihat jarum jam. “Omooo!!! Aku terlambat... Huaaaa....” Eun Ji langsung melompat dari tempat tidurnya.
Bergegas masuk ke kamar mandi. Waktu menunjukkan setengah 7 pagi dan gerbang sekolah akan ditutup jam 7 tepat. Bagaimana mungkin ia bisa sesantai ini eoh?
Selesai berpakaian Eun Ji langsung pergi ke lantai satu rumahnya. Dengan tergesah-gesah ia menangkup dua roti dan mengambil botol air minum. Langsung melesat pergi. Umma[3] Eun Ji yang melihatnya hanya menggeleng-geleng kepala. Bukankah ini adalah kejadian tiap pagi, eoh?
Eun Ji berlari menuju halte bus dan mengejar bus yang sudah berjalan. Bus yang akan mengantarkannya ke sekolah. Tapi sayang dia tidak seberuntung hari kemarin. Bus itu meninggalkannya.
“Hoshhh.. Hoshhh...” Eun Ji menarik nafasnya. “ Ba-ba-gaimana ini, aku bisa di marahin oleh Jaehan songsaenim[4]?” dengan nafas yang terputus-putus dan langkah gontai Eun Ji memutuskan untuk berjalan kaki.
Sebuah mobil Audi metalik merah berhenti di depan Eun Ji. Eun Ji tahu siapa pemilik mobil itu hanya saja dia lebih memilih untuk tidak mengetahuinya.
Namja[5] tampan membuka kaca jendela mobilnya memperlihatkan mata sipit, wajah chubby-nya, dengan senyuman yang menawan siapa kira jantung Eun Ji tidak berdetak dengan cepat. Untuk menghilangkan kegugupannya justru ia malah asik sibuk memperhatikan hal lain.
“Masuklah” Park Dong Seok yang menyapa Eun Ji.
Eun Ji masih tidak bereaksi pikirannya kemana-mana. ‘Tuhan dia terlalu sempurna untuk pagi ini kenapa harus dia menyapaku pagi ini’ runtuk Eun Ji.
“Eun Ji-ssi” Dong Seok membanggunkan lamunan Eun Ji.
“Eh?”
“Masuklah, bukankah hari ini adalah pelajaran Jaehan songsaenim?”
“Iya” dengan terpaksa Eun Ji masuk ke dalam mobil Dong Seok. Jika tidak karena terlambat pasti dia akan menolaknya. Bayangkan saya Eun Ji yang notabene-nya adalah siswa biasa berada di mobil seorang namja yang di gilai oleh siswa sekolahnya. Pasti akan jadi berita hot pagi ini. Lebih, parahmya dia akan berhadapan dengan Kim Hye Mi. Yeoja yang mendediklarasikan bahwa Dong Seok adalah miliknya. Parah.
****
‘Aku pasti bermimpi. Lee Eun Ji sadarlah Dong Seok hanya sebagian mimpimu’ batin Eun Ji saat mobil Dong Seok berhenti di sekolah mereka.
Eun Ji turun dari mobil namja chubby sekelebat mata para siswa di sekolahnya tertuju padanya. Eun Ji hanya menundukkan wajahnya menghampiri Dong Seok.
“Ehm, go-go-mawo[6]” gugup Eun Ji yang langsung melesat ke dalam kelas. Sementara Dong Seok hanya tersenyum kecil melihat tingkah Eun Ji.
****
Braaakkkk
Hye Mi cs menggebrak meja Eun Ji dengan memandang tampang yang tidak suka. Sambil menggeretakkan giginya, menatap intens Eun Ji. Sementara Eun Ji tampak binggung dengan apa yang terjadi.
“Kau ...” Hye Mi mencengkram baju Eun Ji dengan tatapan marah. “ Sudah ku bilang berapa kali, eoh? Jangan mendekatinya” pekik Hye Mi.
Aniyo[7]..” lirih Eun Ji.
Sebuah air minum mengguyur tubuh Eun Ji dari kepalanya hingga membasahi tubuh mungilnya yang dilakukan oleh salah satu pengikut Hye Mi. Eun Ji membulatkan matanya tidak percaya apa yang terjadi. Sudah beberapa hari ini ia di bully  oleh anak-anak populer sekolahnya apalagi yeoja yang sekarang ini ada di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca dan memanas. Seketika butiran bening menyeruak keluar dari matanya.
“Hentikan” teriak seorang namja yang sudah berada di depan pintu kelasnya.
Oppa[8], ini semua tidak seperti yang kau lihat” Hye Mi mencoba menjelaskan kepada Dong Seok.
Dong Seok yang melihat Eun Ji sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Bukankah dia pantas mendapatkannya oppa. Dia sudah berani mendekatimu” ujar Hye Mi lagi.
“Bukan dia yang mendekatiku tapi aku” Hye Mi terkejut dengan pernyataan Dong Seok.
“M-ma-maksud Oppa?” tanya Hye Mi yang membuatnya bingung.
“Jika aku menyukainya apa aku salah?” Dong Seok kembali bertanya pada Hye Mi yang sudah jelas membulatkan matanya terkejut.
Eun Ji yang menghapus airmatanya sedikit terkejut dengan pernyataan Dong Seok.’Eoh, Dong Seok menyukaiku sejak kapan? Pertama kali bertemu dengan dia pada saat aku membantuny di perpustakaan. Karena dia harus menyelesaikan tugas sejarahnya. Itu pun sudah 4 tahun yang lalu. Pasti ini hanya dalam mimpiku’.
Eun Ji dan Dong Seok adalah teman waktu sekolah menengah pertama mereka. Namun mereka berbeda kelas. Tidak tahu sejak kapan Dong Seok menyukai yeoja yang sekarang wajahnya tampak merah karena habis menangis.
Sejak Dong Seok populer, pintar, kaya dan ketua tim basket, sejak itu pula dia selalu menggagumi Eun Ji. Eun Ji satu-satunya yeoja yang menurutnya waras di sekolahnya. Karena hanya Eun Ji yang tidak memperdulikan dirinya. Keberadaannya. Eun Ji selalu sibuk dengan apa yang dia lakukan. Tanpa mengetahui keadaan sekitarnya.
Hanya Eun Ji lah  yang tidak memperdulikan penampilannya. Siapa bilang Eun Ji tidak cantik? Justru dia kelihatan cute dengan wajah yang tembam, bibir tipis raut wajah yang baby face  tanpa olesan make-up sedikitpun. Kepolosan dan kebaikkannya lah  yang membuat seorang Dong Seok jatuh hati.
Oppa,me-me-nyukai Eun Ji” Hye Mi seakan tidak percaya tersenyum kecut. “Sejak kapan?” liriknya lagi.
“Sejak dia berada sekolah menengah pertama” Dong Seok menarik Eun Ji untuk keluar kelas.
Sekarang Dong Seok dan Eun Ji berada di taman belakang sekolah. Diam. Itu lah  saat ini yang mereka lakukan. Sejak pernyataan Dong Seok Eun Ji kelihatan bingung dengan situasi ini.
Jujur saja meskipun Eun Ji selalu masa bodoh dengan Dong Seok atau hal apapun tentang diri namja yang duduk di sampingnya ini sebenarnya Eun Ji peduli dan berharap suatu saat Dong Seok menjadi miliknya.
“Sejak kapan?” Eun Ji membuka keheningan diantara mereka untuk mencairkan suasana yang semakin canggung.
Diam Dong Seok hanya diam.
“Sejak kapan kau menyukaiku?” tanya Eun Ji lagi.
“Sejak kau membantuku, sejak kau tidak memperdulikanku, sejak kau menghidariku, sejak kau mengacuhkanku”.
Ada sedikit hal yang sakit di hati Eun Ji mendengar kata-kata Dong Seok. Goresan yang mulai dirasa oleh Eun Ji. Dong Seok bangkit dari duduknya dan berlutut dihadapan Eun Ji dan menghelakan nafasnya panjang. Menggenggam kedua tangan Eun Ji.
“Aku tidak tahu perasaanmu sama apa nggak sama aku. Tapi yang jelas aku mau kasih tau ke kamu. Aku sayang sama kamu. Saranghae[9]~
DEG
Kata-kata itu yang keluar dari Dong Seok. Tidak. Tidak mungkin dia adalah namja populer semua sekolah tahu. Bagaimana mungkin dia menyukaiku dan mencintaku. Apa kata mereka?
“A-aku~~”
Waeyo[10]?
“Dong Seok-ssi, kau adalah namja populer di sekolah ini bagaimana mungkin menyukaiku?”
“Karena cuma kamu yang nggak pernah melihat aku dari fisik dan hartaku, Ji” jawaban Dong Seok membuat Eun Ji membulatkan matanya.
“Tapi aku takut” lirih Eun Ji. “Aku berbeda dengan mereka. Aku bukan yeoja populer seperti mereka. Aku~~”
Dong Seok langsung mencium kening Eun Ji agar yeoja yang ada di depannya saat ini tidak banyak bicara. Sesaat Dong Seok melepaskan ciumannya membuat semburat merah di pipi Eun Ji.
“Aku menyukaimu. Hanya kamu. Biarkan yang lain yang jelas aku mencintaimu. Saranghae~~” Dong Seok memeluk Eun Ji.
Nado...nado saranghae..” lirih Eun Ji.
Aku selalu memimpikan hal ini terjadi. Aku kira ini hanya mimpi tapi aku salah ini bukan mimpi melainkan sebuah kenyataan. Cinta itu datang bukan karena kamu populer apa nggak tapi cinta itu datang sesuai keinginan hatimu’ runtuk Eun Ji dalam hati.


[1] Yeoja = anak Perempuan

[2] Andwe = Tidak mungkin
[3] Umma = Ibu
[4] Songsaenim = Guru
[5] Namja = Anak laki-laki
[6] Gomawo = Terima kasih
[7] Aniyo = bukan

[8] Oppa = Panggilan kakak laki-laki dari perempuan
[9] Saranghae = Aku cinta padamu

[10] Waeyo = Apa ?