“Kau
percaya jika namja populer, pintar, kaya dan ketua tim basket di sekolahku
diam-diam menyukaiku seorang yeoja yang aneh. Aku pikir ini adalah sebuah mimpi
tapi ini adalah kenyataan bahwa dia adalah orang yang menyukaiku”
Kriiiiiiinggggg
Jam
waker milik yeoja umur 18 tahun berbunyi. Yeoja
[1] yang berambut ikal yang masih tertidur.
Tidak heran jika Lee Eun Ji nama yeoja yang sedang tidur itu akan terlambat ke
sekolahnya. Tidak tahukan jika yeoja ini suka terlambat ke sekolah karena
sifatnya yang malas, ceroboh dan aneh.
“Eunggg...”
tubuhnya menggeliat tak tentu arah mendengar jam waker hello kitty-nya
berbunyi.
“ANDWEEEEE[2]!!”
Pekiknya seraya terkejut melihat jarum jam. “Omooo!!! Aku terlambat...
Huaaaa....” Eun Ji langsung melompat dari tempat tidurnya.
Bergegas
masuk ke kamar mandi. Waktu menunjukkan setengah 7 pagi dan gerbang sekolah
akan ditutup jam 7 tepat. Bagaimana mungkin ia bisa sesantai ini eoh?
Selesai
berpakaian Eun Ji langsung pergi ke lantai satu rumahnya. Dengan tergesah-gesah
ia menangkup dua roti dan mengambil botol air minum. Langsung melesat pergi. Umma[3]
Eun Ji yang melihatnya hanya menggeleng-geleng kepala. Bukankah ini adalah
kejadian tiap pagi, eoh?
Eun
Ji berlari menuju halte bus dan mengejar bus yang sudah berjalan. Bus yang akan
mengantarkannya ke sekolah. Tapi sayang dia tidak seberuntung hari kemarin. Bus
itu meninggalkannya.
“Hoshhh..
Hoshhh...” Eun Ji menarik nafasnya. “ Ba-ba-gaimana ini, aku bisa di marahin
oleh Jaehan songsaenim[4]?”
dengan nafas yang terputus-putus dan langkah gontai Eun Ji memutuskan untuk
berjalan kaki.
Sebuah
mobil Audi metalik merah berhenti di depan Eun Ji. Eun Ji tahu siapa pemilik
mobil itu hanya saja dia lebih memilih untuk tidak mengetahuinya.
Namja[5]
tampan
membuka kaca jendela mobilnya memperlihatkan mata sipit, wajah chubby-nya, dengan senyuman yang menawan
siapa kira jantung Eun Ji tidak berdetak dengan cepat. Untuk menghilangkan
kegugupannya justru ia malah asik sibuk memperhatikan hal lain.
“Masuklah”
Park Dong Seok yang menyapa Eun Ji.
Eun
Ji masih tidak bereaksi pikirannya kemana-mana. ‘Tuhan dia terlalu sempurna
untuk pagi ini kenapa harus dia menyapaku pagi ini’ runtuk Eun Ji.
“Eun
Ji-ssi” Dong Seok membanggunkan
lamunan Eun Ji.
“Eh?”
“Masuklah,
bukankah hari ini adalah pelajaran Jaehan songsaenim?”
“Iya”
dengan terpaksa Eun Ji masuk ke dalam mobil Dong Seok. Jika tidak karena
terlambat pasti dia akan menolaknya. Bayangkan saya Eun Ji yang notabene-nya
adalah siswa biasa berada di mobil seorang namja yang di gilai oleh siswa
sekolahnya. Pasti akan jadi berita hot pagi
ini. Lebih, parahmya dia akan berhadapan dengan Kim Hye Mi. Yeoja yang
mendediklarasikan bahwa Dong Seok adalah miliknya. Parah.
****
‘Aku
pasti bermimpi. Lee Eun Ji sadarlah Dong Seok hanya sebagian mimpimu’ batin Eun
Ji saat mobil Dong Seok berhenti di sekolah mereka.
Eun
Ji turun dari mobil namja chubby
sekelebat mata para siswa di sekolahnya tertuju padanya. Eun Ji hanya
menundukkan wajahnya menghampiri Dong Seok.
“Ehm,
go-go-mawo[6]”
gugup Eun Ji yang langsung melesat ke dalam kelas. Sementara Dong Seok hanya
tersenyum kecil melihat tingkah Eun Ji.
****
Braaakkkk
Hye
Mi cs menggebrak meja Eun Ji dengan
memandang tampang yang tidak suka. Sambil menggeretakkan giginya, menatap
intens Eun Ji. Sementara Eun Ji tampak binggung dengan apa yang terjadi.
“Kau
...” Hye Mi mencengkram baju Eun Ji dengan tatapan marah. “ Sudah ku bilang
berapa kali, eoh? Jangan mendekatinya” pekik Hye Mi.
“Aniyo[7]..”
lirih Eun Ji.
Sebuah
air minum mengguyur tubuh Eun Ji dari kepalanya hingga membasahi tubuh
mungilnya yang dilakukan oleh salah satu pengikut Hye Mi. Eun Ji membulatkan
matanya tidak percaya apa yang terjadi. Sudah beberapa hari ini ia di bully oleh anak-anak populer sekolahnya apalagi
yeoja yang sekarang ini ada di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca dan
memanas. Seketika butiran bening menyeruak keluar dari matanya.
“Hentikan”
teriak seorang namja yang sudah berada di depan pintu kelasnya.
“Oppa[8],
ini semua tidak seperti yang kau lihat” Hye Mi mencoba menjelaskan kepada Dong
Seok.
Dong
Seok yang melihat Eun Ji sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Bukankah
dia pantas mendapatkannya oppa. Dia
sudah berani mendekatimu” ujar Hye Mi lagi.
“Bukan
dia yang mendekatiku tapi aku” Hye Mi terkejut dengan pernyataan Dong Seok.
“M-ma-maksud
Oppa?” tanya Hye Mi yang membuatnya
bingung.
“Jika
aku menyukainya apa aku salah?” Dong Seok kembali bertanya pada Hye Mi yang
sudah jelas membulatkan matanya terkejut.
Eun
Ji yang menghapus airmatanya sedikit terkejut dengan pernyataan Dong Seok.’Eoh, Dong Seok menyukaiku sejak kapan?
Pertama kali bertemu dengan dia pada saat aku membantuny di perpustakaan.
Karena dia harus menyelesaikan tugas sejarahnya. Itu pun sudah 4 tahun yang
lalu. Pasti ini hanya dalam mimpiku’.
Eun
Ji dan Dong Seok adalah teman waktu sekolah menengah pertama mereka. Namun
mereka berbeda kelas. Tidak tahu sejak kapan Dong Seok menyukai yeoja yang
sekarang wajahnya tampak merah karena habis menangis.
Sejak
Dong Seok populer, pintar, kaya dan ketua tim basket, sejak itu pula dia selalu
menggagumi Eun Ji. Eun Ji satu-satunya yeoja yang menurutnya waras di
sekolahnya. Karena hanya Eun Ji yang tidak memperdulikan dirinya.
Keberadaannya. Eun Ji selalu sibuk dengan apa yang dia lakukan. Tanpa mengetahui
keadaan sekitarnya.
Hanya
Eun Ji lah yang tidak memperdulikan penampilannya. Siapa
bilang Eun Ji tidak cantik? Justru dia kelihatan cute dengan wajah yang tembam, bibir tipis raut wajah yang baby face tanpa olesan make-up sedikitpun. Kepolosan dan kebaikkannya lah yang membuat seorang
Dong Seok jatuh hati.
“Oppa,me-me-nyukai Eun Ji” Hye Mi seakan
tidak percaya tersenyum kecut. “Sejak kapan?” liriknya lagi.
“Sejak
dia berada sekolah menengah pertama”
Dong Seok menarik Eun Ji untuk keluar kelas.
Sekarang
Dong Seok dan Eun Ji berada di taman belakang sekolah. Diam. Itu lah saat ini yang mereka lakukan. Sejak pernyataan
Dong Seok Eun Ji kelihatan bingung dengan situasi ini.
Jujur
saja meskipun Eun Ji selalu masa bodoh dengan Dong Seok atau hal apapun tentang
diri namja yang duduk di sampingnya ini sebenarnya Eun Ji peduli dan berharap
suatu saat Dong Seok menjadi miliknya.
“Sejak
kapan?” Eun Ji membuka keheningan diantara mereka untuk mencairkan suasana yang
semakin canggung.
Diam
Dong Seok hanya diam.
“Sejak
kapan kau menyukaiku?” tanya Eun Ji lagi.
“Sejak
kau membantuku, sejak kau tidak memperdulikanku, sejak kau menghidariku, sejak
kau mengacuhkanku”.
Ada
sedikit hal yang sakit di hati Eun Ji mendengar kata-kata Dong Seok. Goresan
yang mulai dirasa oleh Eun Ji. Dong Seok bangkit dari duduknya dan berlutut
dihadapan Eun Ji dan menghelakan nafasnya panjang. Menggenggam kedua tangan Eun
Ji.
“Aku
tidak tahu perasaanmu sama apa nggak sama aku. Tapi yang jelas aku mau kasih
tau ke kamu. Aku sayang sama kamu. Saranghae[9]~”
DEG
Kata-kata
itu yang keluar dari Dong Seok. Tidak. Tidak mungkin dia adalah namja populer
semua sekolah tahu. Bagaimana mungkin dia menyukaiku dan mencintaku. Apa kata
mereka?
“A-aku~~”
“Waeyo[10]?”
“Dong
Seok-ssi, kau adalah namja populer di
sekolah ini bagaimana mungkin menyukaiku?”
“Karena
cuma kamu yang nggak pernah melihat aku dari fisik dan hartaku, Ji” jawaban
Dong Seok membuat Eun Ji membulatkan matanya.
“Tapi
aku takut” lirih Eun Ji. “Aku berbeda dengan mereka. Aku bukan yeoja populer
seperti mereka. Aku~~”
Dong
Seok langsung mencium kening Eun Ji agar yeoja yang ada di depannya saat ini
tidak banyak bicara. Sesaat Dong Seok melepaskan ciumannya membuat semburat
merah di pipi Eun Ji.
“Aku
menyukaimu. Hanya kamu. Biarkan yang lain yang jelas aku mencintaimu. Saranghae~~” Dong Seok memeluk Eun Ji.
“Nado...nado saranghae..” lirih Eun Ji.
‘Aku selalu memimpikan hal ini terjadi. Aku
kira ini hanya mimpi tapi aku salah ini bukan mimpi melainkan sebuah kenyataan.
Cinta itu datang bukan karena kamu populer apa nggak tapi cinta itu datang
sesuai keinginan hatimu’ runtuk Eun Ji dalam hati.