Selasa, 26 Februari 2013

IN MY DREAM



“Kau percaya jika namja populer, pintar, kaya dan ketua tim basket di sekolahku diam-diam menyukaiku seorang yeoja yang aneh. Aku pikir ini adalah sebuah mimpi tapi ini adalah kenyataan bahwa dia adalah orang yang menyukaiku”
Kriiiiiiinggggg
Jam waker milik yeoja umur 18 tahun berbunyi. Yeoja [1] yang berambut ikal yang masih tertidur. Tidak heran jika Lee Eun Ji nama yeoja yang sedang tidur itu akan terlambat ke sekolahnya. Tidak tahukan jika yeoja ini suka terlambat ke sekolah karena sifatnya yang malas, ceroboh dan aneh.
“Eunggg...” tubuhnya menggeliat tak tentu arah mendengar jam waker hello kitty-nya berbunyi.
“ANDWEEEEE[2]!!” Pekiknya seraya terkejut melihat jarum jam. “Omooo!!! Aku terlambat... Huaaaa....” Eun Ji langsung melompat dari tempat tidurnya.
Bergegas masuk ke kamar mandi. Waktu menunjukkan setengah 7 pagi dan gerbang sekolah akan ditutup jam 7 tepat. Bagaimana mungkin ia bisa sesantai ini eoh?
Selesai berpakaian Eun Ji langsung pergi ke lantai satu rumahnya. Dengan tergesah-gesah ia menangkup dua roti dan mengambil botol air minum. Langsung melesat pergi. Umma[3] Eun Ji yang melihatnya hanya menggeleng-geleng kepala. Bukankah ini adalah kejadian tiap pagi, eoh?
Eun Ji berlari menuju halte bus dan mengejar bus yang sudah berjalan. Bus yang akan mengantarkannya ke sekolah. Tapi sayang dia tidak seberuntung hari kemarin. Bus itu meninggalkannya.
“Hoshhh.. Hoshhh...” Eun Ji menarik nafasnya. “ Ba-ba-gaimana ini, aku bisa di marahin oleh Jaehan songsaenim[4]?” dengan nafas yang terputus-putus dan langkah gontai Eun Ji memutuskan untuk berjalan kaki.
Sebuah mobil Audi metalik merah berhenti di depan Eun Ji. Eun Ji tahu siapa pemilik mobil itu hanya saja dia lebih memilih untuk tidak mengetahuinya.
Namja[5] tampan membuka kaca jendela mobilnya memperlihatkan mata sipit, wajah chubby-nya, dengan senyuman yang menawan siapa kira jantung Eun Ji tidak berdetak dengan cepat. Untuk menghilangkan kegugupannya justru ia malah asik sibuk memperhatikan hal lain.
“Masuklah” Park Dong Seok yang menyapa Eun Ji.
Eun Ji masih tidak bereaksi pikirannya kemana-mana. ‘Tuhan dia terlalu sempurna untuk pagi ini kenapa harus dia menyapaku pagi ini’ runtuk Eun Ji.
“Eun Ji-ssi” Dong Seok membanggunkan lamunan Eun Ji.
“Eh?”
“Masuklah, bukankah hari ini adalah pelajaran Jaehan songsaenim?”
“Iya” dengan terpaksa Eun Ji masuk ke dalam mobil Dong Seok. Jika tidak karena terlambat pasti dia akan menolaknya. Bayangkan saya Eun Ji yang notabene-nya adalah siswa biasa berada di mobil seorang namja yang di gilai oleh siswa sekolahnya. Pasti akan jadi berita hot pagi ini. Lebih, parahmya dia akan berhadapan dengan Kim Hye Mi. Yeoja yang mendediklarasikan bahwa Dong Seok adalah miliknya. Parah.
****
‘Aku pasti bermimpi. Lee Eun Ji sadarlah Dong Seok hanya sebagian mimpimu’ batin Eun Ji saat mobil Dong Seok berhenti di sekolah mereka.
Eun Ji turun dari mobil namja chubby sekelebat mata para siswa di sekolahnya tertuju padanya. Eun Ji hanya menundukkan wajahnya menghampiri Dong Seok.
“Ehm, go-go-mawo[6]” gugup Eun Ji yang langsung melesat ke dalam kelas. Sementara Dong Seok hanya tersenyum kecil melihat tingkah Eun Ji.
****
Braaakkkk
Hye Mi cs menggebrak meja Eun Ji dengan memandang tampang yang tidak suka. Sambil menggeretakkan giginya, menatap intens Eun Ji. Sementara Eun Ji tampak binggung dengan apa yang terjadi.
“Kau ...” Hye Mi mencengkram baju Eun Ji dengan tatapan marah. “ Sudah ku bilang berapa kali, eoh? Jangan mendekatinya” pekik Hye Mi.
Aniyo[7]..” lirih Eun Ji.
Sebuah air minum mengguyur tubuh Eun Ji dari kepalanya hingga membasahi tubuh mungilnya yang dilakukan oleh salah satu pengikut Hye Mi. Eun Ji membulatkan matanya tidak percaya apa yang terjadi. Sudah beberapa hari ini ia di bully  oleh anak-anak populer sekolahnya apalagi yeoja yang sekarang ini ada di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca dan memanas. Seketika butiran bening menyeruak keluar dari matanya.
“Hentikan” teriak seorang namja yang sudah berada di depan pintu kelasnya.
Oppa[8], ini semua tidak seperti yang kau lihat” Hye Mi mencoba menjelaskan kepada Dong Seok.
Dong Seok yang melihat Eun Ji sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Bukankah dia pantas mendapatkannya oppa. Dia sudah berani mendekatimu” ujar Hye Mi lagi.
“Bukan dia yang mendekatiku tapi aku” Hye Mi terkejut dengan pernyataan Dong Seok.
“M-ma-maksud Oppa?” tanya Hye Mi yang membuatnya bingung.
“Jika aku menyukainya apa aku salah?” Dong Seok kembali bertanya pada Hye Mi yang sudah jelas membulatkan matanya terkejut.
Eun Ji yang menghapus airmatanya sedikit terkejut dengan pernyataan Dong Seok.’Eoh, Dong Seok menyukaiku sejak kapan? Pertama kali bertemu dengan dia pada saat aku membantuny di perpustakaan. Karena dia harus menyelesaikan tugas sejarahnya. Itu pun sudah 4 tahun yang lalu. Pasti ini hanya dalam mimpiku’.
Eun Ji dan Dong Seok adalah teman waktu sekolah menengah pertama mereka. Namun mereka berbeda kelas. Tidak tahu sejak kapan Dong Seok menyukai yeoja yang sekarang wajahnya tampak merah karena habis menangis.
Sejak Dong Seok populer, pintar, kaya dan ketua tim basket, sejak itu pula dia selalu menggagumi Eun Ji. Eun Ji satu-satunya yeoja yang menurutnya waras di sekolahnya. Karena hanya Eun Ji yang tidak memperdulikan dirinya. Keberadaannya. Eun Ji selalu sibuk dengan apa yang dia lakukan. Tanpa mengetahui keadaan sekitarnya.
Hanya Eun Ji lah  yang tidak memperdulikan penampilannya. Siapa bilang Eun Ji tidak cantik? Justru dia kelihatan cute dengan wajah yang tembam, bibir tipis raut wajah yang baby face  tanpa olesan make-up sedikitpun. Kepolosan dan kebaikkannya lah  yang membuat seorang Dong Seok jatuh hati.
Oppa,me-me-nyukai Eun Ji” Hye Mi seakan tidak percaya tersenyum kecut. “Sejak kapan?” liriknya lagi.
“Sejak dia berada sekolah menengah pertama” Dong Seok menarik Eun Ji untuk keluar kelas.
Sekarang Dong Seok dan Eun Ji berada di taman belakang sekolah. Diam. Itu lah  saat ini yang mereka lakukan. Sejak pernyataan Dong Seok Eun Ji kelihatan bingung dengan situasi ini.
Jujur saja meskipun Eun Ji selalu masa bodoh dengan Dong Seok atau hal apapun tentang diri namja yang duduk di sampingnya ini sebenarnya Eun Ji peduli dan berharap suatu saat Dong Seok menjadi miliknya.
“Sejak kapan?” Eun Ji membuka keheningan diantara mereka untuk mencairkan suasana yang semakin canggung.
Diam Dong Seok hanya diam.
“Sejak kapan kau menyukaiku?” tanya Eun Ji lagi.
“Sejak kau membantuku, sejak kau tidak memperdulikanku, sejak kau menghidariku, sejak kau mengacuhkanku”.
Ada sedikit hal yang sakit di hati Eun Ji mendengar kata-kata Dong Seok. Goresan yang mulai dirasa oleh Eun Ji. Dong Seok bangkit dari duduknya dan berlutut dihadapan Eun Ji dan menghelakan nafasnya panjang. Menggenggam kedua tangan Eun Ji.
“Aku tidak tahu perasaanmu sama apa nggak sama aku. Tapi yang jelas aku mau kasih tau ke kamu. Aku sayang sama kamu. Saranghae[9]~
DEG
Kata-kata itu yang keluar dari Dong Seok. Tidak. Tidak mungkin dia adalah namja populer semua sekolah tahu. Bagaimana mungkin dia menyukaiku dan mencintaku. Apa kata mereka?
“A-aku~~”
Waeyo[10]?
“Dong Seok-ssi, kau adalah namja populer di sekolah ini bagaimana mungkin menyukaiku?”
“Karena cuma kamu yang nggak pernah melihat aku dari fisik dan hartaku, Ji” jawaban Dong Seok membuat Eun Ji membulatkan matanya.
“Tapi aku takut” lirih Eun Ji. “Aku berbeda dengan mereka. Aku bukan yeoja populer seperti mereka. Aku~~”
Dong Seok langsung mencium kening Eun Ji agar yeoja yang ada di depannya saat ini tidak banyak bicara. Sesaat Dong Seok melepaskan ciumannya membuat semburat merah di pipi Eun Ji.
“Aku menyukaimu. Hanya kamu. Biarkan yang lain yang jelas aku mencintaimu. Saranghae~~” Dong Seok memeluk Eun Ji.
Nado...nado saranghae..” lirih Eun Ji.
Aku selalu memimpikan hal ini terjadi. Aku kira ini hanya mimpi tapi aku salah ini bukan mimpi melainkan sebuah kenyataan. Cinta itu datang bukan karena kamu populer apa nggak tapi cinta itu datang sesuai keinginan hatimu’ runtuk Eun Ji dalam hati.


[1] Yeoja = anak Perempuan

[2] Andwe = Tidak mungkin
[3] Umma = Ibu
[4] Songsaenim = Guru
[5] Namja = Anak laki-laki
[6] Gomawo = Terima kasih
[7] Aniyo = bukan

[8] Oppa = Panggilan kakak laki-laki dari perempuan
[9] Saranghae = Aku cinta padamu

[10] Waeyo = Apa ?