”Cinta
yang indah tidak mampu aku melupakannya”
Aku
tidak tahu tepatnya kapan dia menyukaiku. Dia yang diam-diam menatapku. Dia
yang tersenyum saat aku tersenyum. Dia yang diam-diam memperhatikanku. Sunggu
semua perhatiannya selalu ke diriku. Aku tidak tahu dia menyukaiku yang manja,
egois dan suka mencemooh dirinya.
Aku
tidak sadar segala perhatiannya selalu terpusat padaku. Saat pagi menjelang
hanya dirinya yang selalu menyambutku dengan senyumannya.Segala tingkahnya
membuatku tertawa jika ia sedang bercanda padaku.
Marahnya,
ketika aku sedang dekat dengan orang lain. Tatapan yang tajam saat aku tak
memperhatikannya. Sikap dingin yang selalu keluar dari setiap ucapannya, saat
aku berbicara dengan orang lain di hadapannya tanpa memperhatikannya.
Dia
cemburu. Yah, dia selalu cemburu ketika aku melakukan hal semua itu. Padahal
aku hanya menganggap dia sebagai sahabatku. Aku yang tak pernah memikirkan
perasaannya. Merasa egois dengan apa yang aku rasa.
Aku
selalu menghindari rasa sukaku padanya tapi aku tak mampu. Banyak
kenangan-kenangan aku dengan dia yang terukir indah. Hingga aku tak mampu
menghitung waktuku saat aku bersamanya.
Melihat
senyumannya aku rasa itu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Namun aku tak
mampu mengatakan perasaanku padanya sampai pada akhirnya ia jenuh dan pergi
meninggalkanku. Aku tidak tahu perasaan yang sebenarnya terhadapku. Aku
meruntukki segala yang terjadi padaku.
Waktu
dia ada di sampingku aku tidak tahu apa itu arti cinta namun ketika dia pergi
aku baru menyadari bahwa dia sangat berharga untukku. Dia yang selalu
memahamiku, memperhatikanku dan melindungiku. Kini semua itu hanya kenangan.
Ah,
perasaan ini kenapa tidak mampu aku hentikan. Detak jantungku ketika dia tidak
peduli padaku. Aku marah padanya. Karena perhatiannya telah pergi untukku. Lalu
apa yang harus aku lakukan?
Semakin
hari perasaan itu menyiksaku. Aku menyadari bahwa aku mencintai sahabatku,
namun aku membantah perasaan ini. Aku yakin dia tidak mungkin menyukaiku.
Hari
terus berganti dia pun semakin menjauh dariku. Aku tidak tahu apa yang harus
aku lakukan pada dirinya yang tidak bisa aku gapai lagi. Aku semakin bingung
dengan sikapnya yang tidak memperdulikanku.
Aku
pikir dia akan melupakanku maka aku akan melupakannya. Yah, belajar untuk
melupakannya. Belajar ketika ia tidak ada di sisiku sebagai sahabatku. Dia
lebih memilih mencari sahabat yang lain. Aku menyadari dia melakukan hal itu
untuk membuatku cemburu. ‘Kau tahu saat
itu kau berhasil membuatku cemburu dengan dekat dengannya. Kau tahu aku
menutupi rasa cemburuku dengan cara tidak melihatmu. Sakit. Tapi ini aku
lakukan untuk kebaikkan kita’.
Aku
baru menyadari seperti ini rasa sakit ketika kamu mencari perhatian dengan
orang yang kamu suka. Sudah dua bulan sejak dia tidak memperdulikanku. Aku
hanya bisa diam tanpa bisa mengatakan apapun. Sungguh. Aku mencintainya. Kenapa
perasaan ini baru hadir?
Kamu
yang terluka oleh sikapku. Pergi tanpa mengatakan apapun. Kamu melakukan hal
itu padaku. Aku selalu bertanya aku harus melakukan apa? Hatiku selalu menjawab
kamu harus mencintainya. Aku menangis dalam diamku. Tanpa mampu untuk bisa
mengatakan padanya,’Jangan pergi aku
membutuhkamu’ tapi lidahku kelu, aku tak mampu.
Sampai
aku menyadari dia bahagia dengan kehidupannya sekarang. Akhirnya aku memutuskan
untuk pergi meninggalkannya. Kehidupan sahabatku sekaligus sahabatku. Aku pergi
dengan cara berbohong. Membohongi semua orang terdekatku. Karena aku tak mampu
untuk jujur padanya. Bahwa aku mencintainya.
Bulan
berganti bulan. Hari berganti hari. Aku tak kunjung mendapatkan kabarnya.
Sampai pada akhirnya pesta perpisahan SMA-ku akan terlaksana. Aku mencoba untuk
diam tanpa senyuman. Dia bersama dengan orang lain. Aku mendengar dari
teman-temanku dia sudah memiliki pacar. Aku membulatkan rencanaku bahwa aku
harus pergi meminggalkannya. Karena aku tak mampu meyakinkan hatiku aku
menyukainya.
Aku
mengucapkan selamat padanya dan kekasih barunya. Aku tidak tahu sikapnya
tiba-tiba saja berubah aneh padaku. Tatapan dingin. Ah, mungkin dia tidak suka
aku berada di dekatnya. Karena tidak enak dengan kekasihnya. Dia tidak tahu
betapa sakitnya saat aku berusaha mengucapkan kata-kata itu. Seulas senyum yang
aku berikan padanya. Senyuman terakhirku untuknya.
Aku
bahagia melepas dirinya yang bahagia dengan orang lain. Meskipun aku tidak tahu
apa perasaannya terhadapku. Ketulusan cintanya yang tak mampu aku lupakan. Aku
mencintainya tapi aku tahu dia bahagia dengan wanita yang dia pilih sekarang.
Aku
memutuskan untuk melanjutkan sekolah yang jauh. Tanpa ia ketahui aku berada
dimana. Sebulan setelah perpisahan itu aku tak kunjung bertemu dengannya.
Hari-hariku kelihatan lebih suram dari apa yang dia tahu. Aku tak lagi
tersenyum dan bercanda dengan siapapun. Karena aku masih memiliki perasaan ini
dengannya.
Temanku
yang akan melanjutkan sekolah perguruan tinggi yang sama denganku, akhirnya dia
yang menghubungi. Aku tidak tahu aku harus senang apa tidak dengan keadaan ini.
Salah
satu nomer asing yang tidak aku kenal masuk ke dalam kontak masuk sms-ku. Aku tidak tahu itu nomer siapa.
Aku membalas isi sms-nya. Orang asing yang menanyakan kabarku. Sampai pada
akhirnya aku tahu siapa dia. Orang yang selama ini ingin aku lupakan. Yang
pergi begitu saja dan datang secara tiba-tiba.
Aku
mengatur detak jantungku yang aku bilang tidak normal. Sungguh, rasa ini campur
aduk. Aku tidak tahu aku harus bagaimana? Di saat aku mampu melupakannya dia
datang dan menyapaku. Aku tidak tahu perasaan ini masih ada untuk dia.
Setelah
menanyakan kabarku, dia menanyakan tentang sekolahku. Dulu kami sempat berjanji
akan melanjutkan di perguruan tinggi yang berbeda namun di daerah yang sama.
Tapi semua itu cuma mimpi yang nggak akan terjadi aku memilih untuk berada di
jalan yang akan aku buat sendiri tanpa dia.
Dia
mengatakan bahwa aku berbohong padanya. Dia juga jujur menungguku di kota yang
kami janjikan. Tapi sayang aku tidak bisa bersamanya bahkan aku sudah berhenti
untuk tidak tergantung padanya.
Maaf
jika aku mengatakan hal yang bohong padamu. Memberikan harapan kosong padamu.
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku tidak tahu apa aku
harus pergi dari kehidupanmu?
Sebulan
kami memberikan kabar. Dia selalu menceritakan tentang kehidupannya di kota
barunya. Begitupun dengan aku yang selalu menceritakan semuanya. Aku tidak tahu
perasaan ini berjalan dengan seiring berjalan tanpa waktu. Aku ingin berhenti.
Aku tidak mau dia salah paham. Yah, cinta itu tumbuh dengan jalannya waktu
ketika dia datang dan menyapaku.
Perhatiannya,
tawanya, candanya, segalanya kembali padaku. Dia kembali padaku. Aku tidak tahu
apa yang membuatnya kembali padaku. Aku senang. Sungguh. Aku bahagia dia telah
berada di sisiku saat ini.
Dia
memutuskan untuk menyatakan cintanya padaku. Waktu itu aku sedikit tidak
percaya apa yang dia jelaskan. Aku hanya mengganggap ini sebuah lelucon. Tapi
aku sadar dan aku tidak bisa membantahnya lagi. Aku juga mencintainya.
Aku
memutuskan untuk berpacaran dengannya. Meski kami berada di tempat berbeda dan
jarak yang memisahkan dia. Aku bahagia dia adalah teman sekaligus cinta
pertamaku.
Awalnya
cukup sulit menjalankan hubungan ini sama dia. Tapi aku bahagia saat aku
membutuhkannya dia selalu berada di sampingku. Mendengarkan segala keluh
kesahku.
Mungkin
8 bulan adalah titik jenuh hubungan kami. Aku tidak tahu dia tidak ada kabarnya
sama sekali. Jauh dari dasar hatiku aku membutuhkannya. Di saat aku memiliki
masalah dengan keluargaku. Aku ingin berbagi padanya tapi aku tidak bisa.
Karena sebulan yang lalu dia bercerita padaku untuk pindah sekolah. Aku tidak
mau membebanin perasaannya.
Satu
tahun hubungan kami terajut dan selama 4 bulan aku tidak mengetahui kabarnya.
Aku mulai gelisah. Ada perasaan yang menyusup,’Apa hubungan ini benar?’ Aku selalu bertanya pada diriku. Aku
tidak tahu apa yang terjadi apa ini adalah kesalahanku. Aku mencoba untuk
sabar. Jika saja waktu itu aku yang memilih mengalah untuk membicarakannya
padamu. Semuanya tidak akan seperti ini. Menggantungkan hubungan kita bukan.
Aku tidak tahu perasaanmu saat ini. Aku benar-benar membutuhkanmu. Di saat
saudara kandungku lebih tepatnya Kakak laki-lakiku mendapatkan masalah. Di saat
Mama menangis di depanku. Di saat Papa sakit dan di rawat di rumah sakit. Aku
tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Tepatnya
hubungan kita berjalan satu tahun. Temanku mengatakan hubunganku padamu. Kamu
tahu saat aku tahu jawaban darimu. Aku hanya diam dan menangis. Aku tahu aku
salah, aku melupakanmu. Tapi semua itu ada alasannya. Akhirnya aku memutuskan
untuk berhenti mencintaimu, menghubungimu, dan menyayangimu.
Aku
harus melakukannya karena aku tahu, aku tida bisa mempertahankanmu di sisiku.
Aku bahagia pernah mengenalmu. Aku bahagia bisa memilikimu. Aku bahagia bisa
mencintaimu. Alasannya aku memutuskanmu karena aku tidak bisa mempertahankanmu
di saat semua orang yang aku sayangi tersakiti. Aku harus berada di
tengah-tengah keluargaku memberikannya kekuatan. Hanya aku yang mampu membuat
mereka seperti sekarang ini.
Waktu
terus berlalu ketika aku menyelesaikan tulisannya ini. Aku ingin kamu
membacanya. Aku mau seluruh dunia tahu sampai hari ini dan detik ini aku masih
mencintaimu. Aku selalu percaya kata orang,’Kalo
jodoh nggak akan lari kemana?’. Aku nggak tahu aku adalah jodohku atau
bukan. Malaikat pelindungku suatu hari apa bukan. Tapi aku akan selalu
mencintaimu yang rela melepaskanku. Walau pada akhirnya kita sama-sama saling
membutuhkan.
Aku
terima kasih kepadamu yang telah memberiku cinta, kasih sayang, perhatian dan
peduli padaku. Sudah hampir satu setengah tahun aku berjalan sendirian di
jalanku. Aku tidak tahu kamu akan menungguku di ujung jalan ini atau tidak.
Bahkan
sampai saat ini aku masih mengharapkanmu walau kemungkinan itu kecil. Kita
telah memilih jalan kita masing-masing. Tapi aku masih mencintaimu. Kamu
selamanya adalah mantan terindah sekaligus sahabat terindah buatku. Karena kamu
cinta yang tak dapat aku lupakan.