Selasa, 15 Januari 2013

Surat Kecil Untuk Mama



Mama adalah orang yang sangat aku kagumi, ntah bagaimana saya dapat mengungkapkan rasa cinta saya terhadap dirinya. Dari surat ini saya ingin mengungkapkan rasa cinta saya terhadap Mama. Tidak terbayangkan saya diberikan Tuhan orang seperti Mama. Beruntung ? Ya, aku beruntung mendapatkannya. Mama selama 19 tahun mengasuh saya dalam suka dan duka. Saat saya sakit dan menangis Mama selalu ada disamping saya dengan dekapan lembutnya. Saat saya marah Mama hanya diam seribu bahasa tanpa mengatakan apapun. Aku yakin Mama lelah. Ma, lewat surat ini ingin aku sampaikan bahwa aku selalu ada untuk Mama. Saat Mama dan Papa berkonflik dengan Papa hanya aku orang yang bisa Mama ajak curhat. Ma, ketika Mama sedang sedih menangislah di bahuku aku ingin menopang beratnya masalah yang Mama rasakan.
            19 tahun adalah waktu yang cukup lama aku berada di sisi Mama. Aku mengagumi Mama. Mama tahu cita-cita aku apa aku ingin menjadi wanita karier dan juga ibu rumah tanngga yang baik. Ma, mama selalu sibuk dengan kerjaan Mama terkadang Mama sampai lupa makan. Dan ketika aku jauh seperti ini aku harap Mama makan yang banyak. Ma, cintamu seperti malaikat. Yah, aku selalu bilang kepada teman-teman salah satu malaikatku adalah MAMA. Mama yang terindah, yang menyapaku di pagi hari ketika aku bangun dan menyambutku dengan indah ketika matahari mulai tenggelam.
            Ma, aku mau minta maaf karena aku telah ngecewain Mama tidak mampu masuk ke universitas yang Mama mau 1 tahun yang lalu. Tapi malah masuk ke universitas yang disukai oleh Papa. Dan aku juga mau minta maaf atas nilaiku UAN SMP yang 4 tahun lalu. Mengecewakan Mama dan seak itu aku berjanji untuk tidak pernah mengecewakan Mama. I sorry, Mom. I love you.
            Berharap untuk menjadi yang terbaik di depanmu. Mama selalu membeda-bedakan aku dan kakak. Tapi aku selalu berpikir,”Aku sama dengan kakak. Mama, tidak mungkin membeda-bedakan aku. Karena aku sama dengan Kakak nggak ada bedanya”.
            Ma, saat jauh seperti ini aku sangat menginginkan kehadiran Mama di dekatku. Aku jauh dari Mama. Aku kangen dengan dekapan Mama, haruskan selama 4 tahun seperti ini. Ma, aku megikuti lomba ini agar mama tahu seberapa berharganya Mama di dunia ini. Malaikat utamaku yang Tuhan kirimkan.
            Ma, Mama kemarin aku selalu menunggu Mama ketika semua orang tidak ada di rumah. Kakak sekolah di Bogor, Papa kerja, dan Mama kerja. Mama tahu pada saat itu apa yang aku lakukan “menunggu”. Ya, aku menunggu. Menunggu. Menunggu kedatangan Mama karena hanya aku lah orang satunya di rumah kita yang tidak bekerja. Mama selalu sibuk dengan kerjaan Mama. Terkadang pulang sampai magrib tiba. Aku selalu mengatakan,”Mama harus jaga kesehatan. Ade sayang Mama”. Dan sekarang semuanya terbalik Mama yang sekarang menunggu aku di rumah meski melakukan waktu luang untuk melakukan hal yang lain.
            Ma, Mama pernah berkata bukan Mama bekerja untuk aku dan Kakak. Dan hanya untuk kami berdua. Dari kata-kata itu aku selalu berpikir Mama sibuk karena aku. Ya, karena aku Mama menjadi sibuk untuk memenuhi kebutuhan Aku dan Kakakku. Aku sadar,Ma seberapa cintanya Mama kepadaku terhada Kakak. Mama yang selalu meluangkan waktu hari minggu hanya untukku tanpa di ganggu dengan siapapun. Terimakasih, Ma.
            Mama adalah ibu dan juga sekaligus sahabatku. Masalah apapun yang mendera diriku Mama selalu mengetahuinya. Terkadang aku merahasiakan dari dirinya, namun Mama selalu mengetahuinya. Mama adalah sahabat terindahku.
            Sebuah keajaiban saat ini aku dilahirkan dari rahim seorang ibu seperti Mama. Aku yang selalu keras kepala dengan sikapku, namun Mama selalu menganggapinya dengan senyuman . Senyuman Mama, senyuman Matahari yang bersinar terang di kala pagi telah meyambut.
            Ma, aku sayang banget sama Mama sampai pada akhirnya ntar apa yang aku tulis dari suratku ini untuk Mama. Hanya ini yang dapat aku persembahkan untuk Mama, tidak bisa lebih. Mama adalah cahaya keajaiban di saat aku tersesat Mama yang menolongku.
            Tuhan, aku titip Mama yah ? Tuhan, baik deh ^^. Tuhan sampaikan rasa cintaku terhadap Mama. Mama yang aku sayang yang mengajarkan aku dalam segala hal. Jaga dia Tuhan. Jaga dia yang hanya untukku. Sayangi dia Tuhan seperti dia menyayangiku ^^. Tuhan saat ini aku jauh dari Mama, aku mohon jaga dia setiap langkahnya.
            “Ma, apa Mama tahu saat ini aku merindukan Mama dan surat ini aku persembahkan untuk Mama. I LOVE YOU, MOM AND I MISS YOU SO MUCH”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar