Mama adalah orang yang sangat aku kagumi, ntah
bagaimana saya dapat mengungkapkan rasa cinta saya terhadap dirinya. Dari surat
ini saya ingin mengungkapkan rasa cinta saya terhadap Mama. Tidak terbayangkan
saya diberikan Tuhan orang seperti Mama. Beruntung ? Ya, aku beruntung mendapatkannya.
Mama selama 19 tahun mengasuh saya dalam suka dan duka. Saat saya sakit dan
menangis Mama selalu ada disamping saya dengan dekapan lembutnya. Saat saya
marah Mama hanya diam seribu bahasa tanpa mengatakan apapun. Aku yakin Mama
lelah. Ma, lewat surat ini ingin aku sampaikan bahwa aku selalu ada untuk Mama.
Saat Mama dan Papa berkonflik dengan Papa hanya aku orang yang bisa Mama ajak
curhat. Ma, ketika Mama sedang sedih menangislah di bahuku aku ingin menopang
beratnya masalah yang Mama rasakan.
19 tahun adalah waktu yang cukup
lama aku berada di sisi Mama. Aku mengagumi Mama. Mama tahu cita-cita aku apa
aku ingin menjadi wanita karier dan juga ibu rumah tanngga yang baik. Ma, mama
selalu sibuk dengan kerjaan Mama terkadang Mama sampai lupa makan. Dan ketika
aku jauh seperti ini aku harap Mama makan yang banyak. Ma, cintamu seperti
malaikat. Yah, aku selalu bilang kepada teman-teman salah satu malaikatku
adalah MAMA. Mama yang terindah, yang menyapaku di pagi hari ketika aku bangun
dan menyambutku dengan indah ketika matahari mulai tenggelam.
Ma, aku mau minta maaf karena aku
telah ngecewain Mama tidak mampu masuk ke universitas yang Mama mau 1 tahun
yang lalu. Tapi malah masuk ke universitas yang disukai oleh Papa. Dan aku juga
mau minta maaf atas nilaiku UAN SMP yang 4 tahun lalu. Mengecewakan Mama dan
seak itu aku berjanji untuk tidak pernah mengecewakan Mama. I sorry, Mom. I
love you.
Berharap untuk menjadi yang terbaik
di depanmu. Mama selalu membeda-bedakan aku dan kakak. Tapi aku selalu
berpikir,”Aku sama dengan kakak. Mama, tidak mungkin membeda-bedakan aku.
Karena aku sama dengan Kakak nggak ada bedanya”.
Ma, saat jauh seperti ini aku sangat
menginginkan kehadiran Mama di dekatku. Aku jauh dari Mama. Aku kangen dengan
dekapan Mama, haruskan selama 4 tahun seperti ini. Ma, aku megikuti lomba ini
agar mama tahu seberapa berharganya Mama di dunia ini. Malaikat utamaku yang Tuhan
kirimkan.
Ma, Mama kemarin aku selalu menunggu
Mama ketika semua orang tidak ada di rumah. Kakak sekolah di Bogor, Papa kerja,
dan Mama kerja. Mama tahu pada saat itu apa yang aku lakukan “menunggu”. Ya, aku menunggu. Menunggu.
Menunggu kedatangan Mama karena hanya aku lah orang satunya di rumah kita yang
tidak bekerja. Mama selalu sibuk dengan kerjaan Mama. Terkadang pulang sampai
magrib tiba. Aku selalu mengatakan,”Mama harus jaga kesehatan. Ade sayang
Mama”. Dan sekarang semuanya terbalik Mama yang sekarang menunggu aku di rumah
meski melakukan waktu luang untuk melakukan hal yang lain.
Ma, Mama pernah berkata bukan Mama
bekerja untuk aku dan Kakak. Dan hanya untuk kami berdua. Dari kata-kata itu
aku selalu berpikir Mama sibuk karena aku. Ya, karena aku Mama menjadi sibuk
untuk memenuhi kebutuhan Aku dan Kakakku. Aku sadar,Ma seberapa cintanya Mama
kepadaku terhada Kakak. Mama yang selalu meluangkan waktu hari minggu hanya
untukku tanpa di ganggu dengan siapapun. Terimakasih, Ma.
Mama adalah ibu dan juga sekaligus
sahabatku. Masalah apapun yang mendera diriku Mama selalu mengetahuinya.
Terkadang aku merahasiakan dari dirinya, namun Mama selalu mengetahuinya. Mama
adalah sahabat terindahku.
Sebuah keajaiban saat ini aku
dilahirkan dari rahim seorang ibu seperti Mama. Aku yang selalu keras kepala
dengan sikapku, namun Mama selalu menganggapinya dengan senyuman . Senyuman
Mama, senyuman Matahari yang bersinar terang di kala pagi telah meyambut.
Ma, aku sayang banget sama Mama
sampai pada akhirnya ntar apa yang aku tulis dari suratku ini untuk Mama. Hanya
ini yang dapat aku persembahkan untuk Mama, tidak bisa lebih. Mama adalah
cahaya keajaiban di saat aku tersesat Mama yang menolongku.
Tuhan, aku titip Mama yah ? Tuhan,
baik deh ^^. Tuhan sampaikan rasa cintaku terhadap Mama. Mama yang aku sayang
yang mengajarkan aku dalam segala hal. Jaga dia Tuhan. Jaga dia yang hanya
untukku. Sayangi dia Tuhan seperti dia menyayangiku ^^. Tuhan saat ini aku jauh
dari Mama, aku mohon jaga dia setiap langkahnya.
“Ma,
apa Mama tahu saat ini aku merindukan Mama dan surat ini aku persembahkan untuk
Mama. I LOVE YOU, MOM AND I MISS YOU SO MUCH”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar